Minggu, 16 Agustus 2015

Hari ini, Dua bulan yang lalu

 Hari ini, Dua bulan yang lalu

Hari ini, dua bulan yang lalu
adalah sebuah perjalanan yang singkat
untuk sebuah pertemuan rahasia
penuh intrik dan kegilaan, saling mencari dan menyusup
dalam hati yang hidup hingga sesat di pedalaman
hingga mampu melihat dan belajar bersama

Hari ini, satu bulan yang lalu
adalah sebuah perpisahan singkat
untuk sebuah komitmen yang terselubung kebingungan
hingga tersesat dan mencari suatu kepastian
dalam jiwa yang hidup dengan satu tujuan
hingga mampu meraba dan memahami bersama

Hari ini, mengingat dua bulan yang lalu
mengalir begitu saja bagaikan kecepatan cahaya
datang, pergi dan berlalu
ini sebuah cerita hidup dari ketidaksengajaan
atas dasar perbedaan dan persamaam
hingga muncul satu kata untuk menghargai apa yang ada

Hari ini, mengingat satu bulan yang lalu
tidak ada kepastian, yang ada hanya keyakinan 
tangan, tidak akan mampu melukis di atas air
namun harapan tetap hidup dalam waktu
jika perbedaan ini memang indah
biarkanlah ia tetap mewarnai kehidupan  
jika memang dua hati dan dua jiwa disatukan oleh cinta
biarkanlah rasa ini mengalir apa adanya


(Yogyakarta, 7 februari 2012)

Hidup

 Hidup

Ini masih tubuh ku
Ada kaki yang masih menapaki tanah, 
dan masih kulihat bekas jejak langkahku
kutatap lagi dengan seksama, dan
aku yakin ini jejak langkah kakiku yang baru saja kutinggalkan

Ini masih tubuh ku yang utuh
Ada tangan yang menyentuh apa yang ku inginkan, dan
masih mampu menuliskan kata hati
ku tatap lagi dengan seksama, dan
aku yakin tangan inilah yang menuliskan puisi indahku

Ini masih tubuh ku
Ada anggota tubuh sebagai pelengkap
mataku masih melihat  indahnya dunia
Hidungku masih bisa menghirup lalu lalang udara
mata, telinga semua panca indera
bekerja sesuai fungsinya

Ini masih tubuhku
dengan jiwa sebagai pelengkap dan ada hati sebagai penggerak 
Ia mampu memberi dan menerima rasa 
sehingga menjalin persahabatan dengan jutaan sel syaraf pada otak
dan inilah anugerah terindah yang diberikan pada mahkluk yang bernama manusia

Tubuhku memang masih disini, 
menempati sedikit bahagian dari bumi 
jasad, raga adalah kata yang satu
dan aku yakin tubuh ini memang masih di bumi
Namun yang kurasa, jiwaku melayang
seperti kapas yang mengambang terbang tak beraturan 
dan sedang mencari-cari kepastian


(Yogyakarta, 17 Januari 2012)

Aku Izinkan

 Aku Izinkan

Aku telah tempatkan dia dihatiku
membiarkan dia untuk mengarungi jiwa yang kosong,
memberi waktu untuk menaklukkan buasnya rimba hati.
dan menjelajahi dari setiap isinya

Aku telah tempatkan dia pada hutan hatiku
untuk mengenal pohon kehidupan disana
membiarkan dia menelusuri hingga ke akarnya
agar dia pahami dari setiap jengkal sudut tanahnya

Aku telah izinkan dia masuk dalam celah hidupku
untuk melengkapi potongan puzzle yang hilang
dan agar ia tahu seperti apa hitam dan putihnya 
melengkapi dari apa yang kurang
sehingga ia tahu bagaimana memahat sebuah keindahan disana

Saat ini, aku telah  izinkan dia untuk berlabuh dihatiku


(Yogyakarta, 4 Januari 2012)

Hujan yang Ku Tunggu

Hujan yang Ku Tunggu

Aku tatap langit senja sore ini,
gemerisik anginnya membelai lembut kulit yang ringkuh
mengering, mengeriput karena sekian lama disengat panasnya bumi.

Gemercik air yang tertahan oleh gelombang awan hitam yang menggantung di angkasa
memberi harap yang tak berwujud, semua menanti dan selalu menanti
Ah.... rindunya aku

Ku tatap lagi langit senja sore ini,
warna langitnya tidak lagi seorange yang dulu
gelap gulita dan gemerisk angin menghujah jiwa yang hampa
Aku menengadah,
dan berbisik lirih jangan kau berikan harap
Tapi siramilah aku dengan kesejukkan yang Kau miliki
Dia berlompatan dan bergemuruh menggeliat tajam
 hingga mencakar langit yang hitam
Akhirnya engkaupun turun
Ah,,, inilah hujan yang ku tunggu

Yogyakarta, 01September 2011 (kemarau panjang dan ketika hujan mulai menyapa)


Cukup Semusim Saja

 Cukup Semusim Saja

sssSSSSSSSS....veiuufff,,veiiuuffff.....
Desau angin yang gelisah
Di penghujung musim yang sepi
Berputar-putar menggelinding sunyi
Berkecamuk namun tak berarti
Menanti semusim lagi

Tik, tak, tik, tak, tik tak
Berdenting waktu menyapa
Di awal musim kau datang lagi
Diam membisu dan tersenyum palsu
Menari-nari di atas duka menatap lalu pergi
Dan menanti semusim lagi

Ling, lung, ling, lung, ling lung
Seuntai gelisah yang tak kunjung pergi
Menjadi untaian panjang yang menyiksa diri
Musim dan musim datang silih berganti
Seolah tertawa mencemooh diri

Ohh, hentikan...
Hentikan semua
Hentikan tawa itu!!!
Hentikan cemoohan itu!!
Bukankah bumi ini, bumimu juga bumiku,
bukankah tanah ini, tanahmu juga tanahku.
Hentikan genderang perangmu!
Hentikan tarian maut itu!

Cukup semusim saja          

(Yogyakarta, 18 Mei 2011)

Disini Ada Rindu Buat Mama

Disini Ada Rindu Buat Mama

Disini aku sendiri, memandang langit yang kelam
Mata kupun menerawang tampa pandangan.
Ada wajah mama disudut bayangan bulan
Dia tersenyum dan melambaikan tangan
Ahhh....aku rindu mama

Tiba-tiba pikiranku terbang melayang
Mengingat kembali masa-masa silam
Ada mama disetiap hariku, yang membelai dan memanjakan
Mama aku tahu kamu akan rasakan seperti yang aku rasakan
Karena disini ada rindu untuk mu

Jika desauan angin adalah nyawanya bumi
Ku ingin dia sampaikan rindu yang menghujam badan
Jika malam mampu menyapu siang aku ingin diberikan kesempatan
Kesempatan untuk membahagiakan

Mama disini ada rindu buatmu,
Jika detak jantungku adalah tautan nyawaku
Aku ingin menyempurnakan rinduku untuk mu
Jika hati ini adalah segumpalan hasrat
Aku ingin selalu dekat

Mama kupastikan disini ada rindu buat mu

Disini ada rindu buatmu mama.....                                     

(Yogyakarta, 9 Mei 2011)

Senja di Jakarta

Senja di Jakarta

Senja di ufuk barat, merambat menyapu matahari nan gagah..
Dia menebar warna orange nya.
Mememberikan kesejukan dingin anginnya
Dan menghapus lelah orang-orang pulang bekerja.

Senja di ufuk barat, kau temani aku masih dengan rinduku.
Sederet rindu yang masih belum terobati
Dan langkah ini pun harus segera ku ganti...
Senja,  jagalah aku selalu pada RINDU ku..


Jakarta, 280911